Belut (Monopterus albus) adalah komoditas bernilai ekonomi tinggi, namun pasokannya masih mengandalkan tangkapan alam. Menetaskan telur belut di akuarium menjadi solusi bagi pemula yang ingin memproduksi benih secara mandiri dengan biaya terjangkau. Kuncinya ada pada seleksi induk matang gonad, kontrol suhu, dan kualitas air yang stabil selama inkubasi.

Seleksi Induk dan Pemijahan di Akuarium

Pilih induk betina berbobot 100–150 gram dengan perut membuncit dan lubang genital kemerahan. Induk jantan berukuran 80–120 gram, warna tubuh lebih gelap, dan gerakannya agresif. Sebelum dipijahkan, pisahkan jantan dan betina selama 3–5 hari, lalu beri pakan cacing sutra 5% dari bobot tubuh per hari untuk mematangkan gonad.

Siapkan akuarium 60x40x40 cm dengan air bersih setinggi 20 cm, pH 6,5–7,5, dan suhu 27–30°C. Pasang aerator lemah dan substrat berlumpur halus setebal 3 cm. Masukkan satu jantan dan dua betina pada sore hari. Pemijahan biasanya terjadi dalam 24–48 jam. Setelah induk memijah, telur menempel pada substrat atau tanaman air. Segera angkat induk untuk mencegah telur dimakan.

Penetasan Telur dan Perawatan Larva

Telur belut berbentuk bulat, berwarna kuning transparan, dengan diameter 2–3 mm. Jumlahnya bervariasi, 500–1.500 butir per induk betina. Tetaskan di akuarium yang sama dengan aerasi sangat lemah. Ganti 10% air setiap hari menggunakan air bersuhu sama untuk menghindari syok termal. Telur menetas dalam 48–72 jam pada suhu 28–30°C.

Larva yang baru menetas berukuran 3–5 mm dan masih membawa kuning telur. Selama 3–4 hari pertama, larva tidak perlu diberi pakan. Setelah kantung kuning telur habis, berikan pakan alami berupa:

  • Infusoria atau rotifera sebanyak 5–10 ml per akuarium, dua kali sehari.
  • Artemia nauplii setelah larva berumur 7 hari, dosis 3–5 ekor per ml air.
  • Cacing sutra halus pada umur 14 hari, diberikan pagi dan sore.

Jaga kepadatan larva maksimal 5 ekor per liter air. Jika terlalu padat, pisahkan ke akuarium pendederan tambahan. Lakukan penyiponan dasar setiap dua hari untuk membuang sisa pakan dan kotoran.

Pendederan Benih Hingga Siap Tebar

Setelah berumur 30 hari, benih belut mencapai panjang 5–7 cm dan mulai memijah ke dasar. Pindahkan ke kolam pendederan atau akuarium lebih besar dengan substrat lumpur 5 cm. Padatkan 50–100 ekor per meter persegi. Beri pakan berupa cacing sutra, potongan bekicot, atau pelet halus dengan kandungan protein 40% sebanyak 3% bobot biomassa per hari.

Penting untuk memantau kualitas air: amonia di bawah 0,5 mg/L, nitrit di bawah 0,2 mg/L, dan oksigen terlarut minimal 4 mg/L. Lakukan penggantian air 20–30% setiap tiga hari. Benih siap ditebar di kolam pembesaran setelah berumur 45–60 hari dengan ukuran 8–10 cm.

Menetaskan telur belut di akuarium menuntut konsistensi suhu, kebersihan air, dan pakan alami yang tepat. Dengan mengikuti langkah seleksi induk, penetasan 48–72 jam, serta pendederan bertahap, pemula dapat menghasilkan benih berkualitas tanpa peralatan mahal. Mulailah dari skala kecil, catat setiap parameter, dan tingkatkan volume produksi secara bertahap.