Belut (Monopterus albus) merupakan komoditas budidaya bernilai tinggi, namun produktivitasnya sangat ditentukan oleh kualitas induk. Induk betina yang sehat dan matang gonad dapat dipijahkan 3–5 kali per tahun dengan tingkat fertilitas di atas 85%. Tanpa manajemen induk yang tepat, angka kematian telur dan larva bisa melonjak hingga 60%.

Seleksi dan Penyiapan Induk

Pilih induk betina berbobot 40–60 gram dengan perut membuncit dan lubang genital kemerahan. Induk jantan idealnya 50–70 gram, tubuh ramping, dan agresif saat dipasangkan. Rasio pemijahan yang dianjurkan adalah 1 jantan : 2–3 betina dalam kolam beton 2×1 meter dengan kedalaman air 15–20 cm. Sebelum dipijahkan, induk diadaptasikan selama 3 hari dalam air bersih bersuhu 28–30°C dan pH 6,5–7,5.

Pemijahan dan Penetasan Telur

Pemijahan terjadi secara alami pada malam hari. Sarang buatan dari pelepah pisang atau ijuk ditempatkan di sudut kolam sebagai substrat telur. Setelah 24–36 jam, telur menetas menjadi larva berukuran 3–4 mm. Pindahkan induk segera setelah telur menetas untuk mencegah kanibalisme. Suhu air dipertahankan 29–31°C, dan aerasi ringan diberikan agar telur tidak mengendap.

Pendederan Benih dan Perawatan Larva

Larva mulai makan kuning telur selama 2 hari pertama. Setelah itu, berikan pakan alami berupa:

  • Artemia atau Moina sebanyak 5–10% bobot biomassa per hari;
  • Cacing sutra halus pada hari ke-5 hingga ke-10;
  • Pakan buatan berprotein 45–50% mulai hari ke-12.

Padat tebar pendederan adalah 500–1.000 ekor/m² untuk larva, dan diturunkan menjadi 200 ekor/m² setelah umur 3 minggu. Lakukan penyiponan air setiap 2 hari dan ganti 30% volume air. Kualitas induk dijaga dengan pemberian pakan induk berprotein 40% plus vitamin E 200 mg/kg pakan dan suplemen Spirulina 2% untuk mempercepat kematangan gonad.

Kesehatan dan Pemulihan Induk

Setelah memijah, induk dipindahkan ke kolam pemulihan selama 14–21 hari. Berikan pakan cacing tanah atau ikan rucah segar sebanyak 5% bobot tubuh per hari. Tambahkan probiotik 5 ml/m³ air untuk menekan infeksi Aeromonas. Dengan siklus ini, induk betina dapat dipijahkan kembali setiap 6–8 minggu tanpa penurunan kualitas telur.

Menjaga kualitas induk belut bukan sekadar memberi pakan cukup, tetapi mengatur seleksi, suhu, kepadatan, dan masa pemulihan secara disiplin. Induk yang dikelola dengan benar akan menghasilkan benih berkualitas secara konsisten, menekan biaya produksi, dan meningkatkan keuntungan pembenihan hingga 30%.