Belut (Monopterus albus) merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi yang masih mengandalkan tangkapan alam, sehingga budidayanya berpeluang besar. Salah satu kendala utama adalah penyediaan benih berkualitas secara kontinu. Pemijahan alami di kolam terpal minimalis menjadi solusi murah dan aplikatif bagi pembudidaya skala rumah tangga.
Seleksi Induk dan Persiapan Kolam
Induk belut betina dipilih dengan bobot 20–30 g per ekor, sedangkan jantan 40–60 g. Ciri betina matang gonad: perut menggembung, lubang genital memerah, dan sirip dada membesar. Jantan matang memiliki kepala lebih besar dan agresif saat didekati. Padat tebar induk 1 ekor per 2 liter air, misalnya kolam terpal 2x1x0,6 m diisi air 30 cm dapat menampung 25–30 ekor dengan rasio 2 betina : 1 jantan.
Kolam terpal dipasang penyaring dan diberi substrat lumpur sawah setebal 15 cm yang sudah difermentasi. Air diendapkan 3–5 hari, pH dijaga 6,5–7,5, suhu 28–32°C. Tambahkan tanaman air seperti eceng gondok atau kiambang sebagai pelindung dan tempat melekat telur.
Pemijahan dan Penetasan Telur
Pemijahan berlangsung secara alami pada malam hari, ditandai jantan membuat sarang busa berbentuk corong di dalam lubang lumpur. Induk betina bertelur 300–1.000 butir per siklus, menempel dalam gumpalan busa. Setelah pemijahan, pindahkan induk jantan karena ia menjaga telur, tetapi jika dipelihara bersama benih, ia berpotensi memangsa larva.
Telur menetas 24–48 jam pada suhu 30°C. Lakukan pendederan dalam kolam terpisah dengan air mengalir tipis. Pastikan salinitas 0 ppt, DO minimal 4 mg/L, dan hindari paparan matahari langsung karena larva bersifat fototaksis negatif.
Pendederan dan Perawatan Larva
Larva umur 3 hari (D3) belum makan karena masih memanfaatkan kuning telur. Pemberian pakan alami dimulai D4–D5 berupa:
- Artemia salina 5–10 ekor/liter, diberikan 3 kali sehari.
- Cacing sutra halus 20% biomassa, diberikan pagi dan sore.
- Kuning telur direbus yang dihaluskan, hanya untuk 2 hari pertama agar air tidak keruh.
Padat tebar larva 100–200 ekor/m². Ganti air 20–30% setiap 3 hari, siphon kotoran setiap pagi. Panen benih ukuran 5–8 cm dilakukan umur 30–45 hari dengan sintasan 60–75%. Penyakit umum berupa jamur Saprolegnia dikendalikan dengan NaCl 5 g/L selama 10 menit.
Pemijahan belut alami di kolam terpal minimalis menuntut konsistensi kualitas air dan pakan. Dengan seleksi induk tepat, penetasan terkontrol, serta pendederan higienis, pembudidaya dapat memproduksi benih mandiri dan menekan ketergantungan pada tangkapan alam.