Keberhasilan pembenihan belut (Monopterus albus) sangat ditentukan oleh kualitas induk yang dipijahkan. Induk betina yang matang gonad mampu menghasilkan 1.000–3.000 butir telur per kilogram bobot tubuh, sedangkan pejantan berkualitas menjamin fertilisasi di atas 80 persen. Tanpa seleksi ketat, tingkat kematian larva bisa melonjak hingga 60 persen pada sepuluh hari pertama.
Banyak pembudidaya memesan bibit belut langsung dari pembenih agar tingkat kelulusan hidup (SR) tetap tinggi.
Kriteria Induk Betina dan Jantan
Induk betina siap pijah umumnya berumur 8–12 bulan dengan bobot 80–150 gram. Ciri fisiknya: perut membuncit dan lunak saat dipalpasi, lubang genital membengkak berwarna kemerahan, serta gerakan lambat namun responsif. Induk jantan berukuran 60–120 gram, kepala lebih besar dan gepeng, serta lubang genital memanjang dan memutih. Rasio pemijahan ideal 1 jantan : 2–3 betina dalam bak terpal atau kolam beton 2×1 meter dengan kedalaman air 20–25 cm.
Seleksi, Karantina, dan Pematangan Gonad
Induk yang baru dibeli wajib dikarantina 7–10 hari dalam air bersih bersuhu 26–30°C dan pH 6,5–7,5. Selama karantina, beri pakan cacing sutra atau ikan rucah segar 3–5 persen bobot tubuh per hari. Untuk mempercepat kematangan gonad, tambahkan pakan tinggi protein (minimal 40 persen) dan atur fotoperiod 12 jam terang–12 jam gelap. Cek kematangan gonad setiap tiga hari; induk betina yang telurnya sudah keluar saat dipijat halus siap dipijahkan.
Langkah Pemijahan dan Penetasan Telur
- Siapkan bak pemijahan dengan substrat lumpur halus setebal 5 cm dan air bersih setinggi 15 cm.
- Masukkan induk pada sore hari; pemijahan biasanya terjadi dalam 24–48 jam.
- Setelah telur menempel di sarang busa atau substrat, angkat induk untuk mencegah kanibalisme.
- Telur menetas dalam 72–96 jam pada suhu 28–30°C dengan aerasi ringan dan tanpa pergantian air total.
Pendederan Benih dan Perawatan Larva
Larva berukuran 3–5 mm mulai makan kuning telur selama 3 hari. Setelah itu, beri pakan alami berupa rotifera, infusoria, atau kuning telur rebus yang dilarutkan (1 sendok teh per 10 liter air, dua kali sehari). Kepadatan pendederan maksimal 500 ekor per meter persegi pada minggu pertama, lalu turunkan menjadi 200 ekor per meter persegi hingga benih berumur 30 hari (ukuran 3–5 cm). Ganti air 30 persen setiap dua hari, jaga suhu 28–30°C, dan panen benih setelah umur 45–60 hari.
Seleksi induk yang disiplin, mulai dari kriteria fisik, karantina, pematangan gonad, hingga manajemen larva, adalah fondasi pembenihan belut yang produktif. Dengan mengikuti standar bobot, rasio jantan-betina, dan kepadatan pendederan di atas, tingkat kelangsungan hidup benih dapat dijaga di atas 70 persen sehingga usaha pembenihan berjalan konsisten dan menguntungkan.