Belut (Monopterus albus) memiliki nilai ekonomi tinggi, namun pasokan benih masih bergantung pada tangkapan alam yang kualitasnya tidak konsisten. Pemijahan terkontrol di kolam terpal menawarkan solusi praktis: biaya rendah, mudah dibongkar, dan suhu air lebih stabil dibanding kolam tanah. Dengan teknik yang tepat, satu pasang induk dapat menghasilkan 1.000–3.000 telur per pemijahan.

Untuk kebutuhan tebar yang lebih pasti, bibit belut dari pembenih terpercaya umumnya lebih seragam dan tahan stres.

Seleksi Induk dan Persiapan Kolam Terpal

Pilih induk betina berbobot 80–150 gram dengan perut membuncit dan lubang genital kemerahan. Induk jantan 50–100 gram, tubuh lebih ramping, dan panjang total minimal 30 cm. Rasio pemijahan 1 jantan : 1 betina atau 2 betina : 1 jantan. Kolam terpal berukuran 2×3 m dengan tinggi 60 cm cukup untuk 10–15 pasang induk.

  • Keringkan terpal 2 hari, isi air bersih setinggi 20–30 cm.
  • Tambahkan substrat berlumpur halus 5 cm dan tanaman air seperti eceng gondok atau hydrilla sebagai pelindung.
  • Atur pH 6,5–7,5, suhu 25–28°C, dan aerasi lembut.
  • Puaskan induk dengan pakan alami: cacing sutra 5% bobot biomassa per hari selama 7–10 hari.

Pemijahan dan Penetasan Telur

Belut memijah pada malam hari. Jantan membuat sarang busa di sekitar tanaman air, lalu betina melepaskan 500–3.000 telur. Setelah pemijahan, pisahkan induk dari sarang untuk mencegah telur dimakan. Telur menetas dalam 7–10 hari pada suhu 26–28°C. Jaga kadar oksigen terlarut minimal 4 mg/L dan hindari fluktuasi suhu lebih dari 2°C.

Manajemen Air Saat Penetasan

  • Ganti air 10–20% setiap hari dengan air bersih yang telah diendapkan.
  • Gunakan sinar redup; cahaya terang menghambat penetasan.
  • Angkat telur yang memutih (tidak fertil) untuk mencegah jamur.

Pendederan Benih dan Perawatan Larva

Larva berukuran 3–5 mm mulai makan kuning telur selama 3–4 hari, lalu beralih ke pakan eksternal. Berikan infusoria, rotifera, atau kuning telur rebus yang dihaluskan dengan dosis 1 gram per 1.000 larva per hari. Setelah umur 10 hari, ganti pakan dengan cacing sutra cincang atau pelet halus 40% protein.

  • Padat tebar pendederan: 500–1.000 ekor/m².
  • Sortir setiap 2 minggu untuk mencegah kanibalisme.
  • Cek kualitas air: amonia <0,1 mg/L, nitrit <0,5 mg/L.
  • Benih siap dipanen pada umur 30–40 hari dengan panjang 5–7 cm.

Pemijahan belut di kolam terpal menuntut konsistensi suhu, kebersihan air, dan pakan hidup yang memadai. Dengan seleksi induk ketat dan perawatan larva bertahap, tingkat kelangsungan hidup benih dapat mencapai 70–80%. Teknik ini layak dikembangkan skala rumah tangga untuk mengurangi ketergantungan pada benih alam.