Keberhasilan pemijahan belut (Monopterus albus) sangat ditentukan oleh kualitas induk, dan kualitas induk ditentukan oleh strategi pakan yang tepat sebelum pemijahan. Banyak pembenih gagal bukan karena teknik pemijahan yang salah, melainkan karena induk betina belum matang gonad secara optimal akibat pemberian pakan yang tidak terkontrol. Artikel ini membahas strategi praktis pemberian pakan induk belut mulai dari persiapan 6–8 minggu sebelum pemijahan hingga hari pemijahan.
Persiapan Induk dan Fase Adaptasi Pakan
Pisahkan induk jantan dan betina minimal 6–8 minggu sebelum pemijahan untuk mencegah pemijahan liar dan memaksimalkan akumulasi nutrisi pada gonad. Induk betina yang siap dipijahkan umumnya berbobot minimal 100–150 gram dengan panjang 40–50 cm, sedangkan jantan 70–100 gram.
Pada minggu pertama, lakukan adaptasi pakan dengan porsi 50% dari total kebutuhan normal. Berikan pakan hidup atau cacing sutra (Tubifex) untuk merangsang nafsu makan, lalu naikkan bertahap 10% setiap 2–3 hari hingga mencapai porsi penuh. Suhu air ideal dijaga 27–30 °C dengan pergantian air 30% setiap dua hari.
Komposisi dan Jumlah Pakan Selama Maturasi Gonad
Induk belut membutuhkan pakan berprotein tinggi, minimal 45–50%, dengan kandungan lemak 8–12% untuk mendukung sintesis vitelogenin (kuning telur). Kombinasi pakan yang direkomendasikan:
- Cacing tanah atau cacing sutra segar: 50% dari total pakan harian.
- Ikan rucah segar (mujair, kembung): 30%, dicacah halus.
- Pakan buatan (pelet apung halus) berprotein 45%: 20%.
- Suplemen vitamin E (100–200 mg/kg pakan) dan vitamin C (500 mg/kg pakan), ditambah minyak ikan 2% dari bobot pakan.
Frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari, yaitu pukul 06.00 dan 18.00, sebanyak 5–8% dari bobot biomassa induk per hari. Pada 3 minggu terakhir sebelum pemijahan, turunkan porsi pakan menjadi 3–5% untuk mencegah penumpukan lemak perut yang dapat mengganggu proses ovulasi.
Jadwal Pemberian Pakan 8 Minggu Sebelum Pemijahan
- Minggu 1–2: Adaptasi, porsi 50–80% dari kebutuhan normal, dominan pakan hidup.
- Minggu 3–5: Maturasi, porsi penuh 5–8% bobot biomassa, tambahkan vitamin E dan C.
- Minggu 6–7: Pematangan akhir, porsi diturunkan ke 3–5%, tetap beri cacing sutra untuk merangsang.
- Minggu 8 (menjelang pemijahan): Puasakan induk 24–36 jam sebelum pemijahan untuk mengurangi risiko pembusukan air dan memudahkan pemeriksaan kematangan gonad.
Monitoring Kesehatan dan Kualitas Air
Periksa kondisi induk setiap 2–3 hari: perut membesar dan lembek ke arah anus adalah tanda gonad matang. Jangan memberi pakan berlebih, karena sisa pakan memicu amonia tinggi (di atas 0,5 mg/L) yang menekan nafsu makan dan memicu stres. Sifon dasar kolam setiap hari, dan pertahankan pH 6,5–7,5 dengan salinitas 0–3 ppt.
Strategi pakan induk belut sebelum pemijahan pada dasarnya adalah mengatur kuantitas, kualitas, dan waktu pemberian pakan agar induk mencapai kematangan gonad optimal tanpa kelebihan lemak. Dengan pakan berprotein 45–50%, penambahan vitamin E–C, dan penurunan porsi pakan pada 3 minggu terakhir, tingkat keberhasilan pemijahan dan kualitas telur dapat meningkat signifikan. Kunci utamanya adalah konsistensi jadwal dan kebersihan air, bukan sekadar jenis pakan yang mahal.