Keberhasilan pembenihan belut (Monopterus albus) sangat ditentukan oleh kemampuan pembudidaya menyesuaikan manajemen pemijahan dengan dinamika musim. Perbedaan suhu, curah hujan, dan kualitas air antara musim kemarau dan musim hujan menuntut perlakuan yang berbeda, terutama pada tahap seleksi induk hingga perawatan larva. Artikel ini merangkum langkah praktis memijahkan belut di dua musim ekstrem tersebut berdasarkan pengalaman lapangan dan standar pembenihan.
Seleksi Induk di Musim Kemarau dan Hujan
Induk betina matang gonad ditandai perut membesar, lunak, dan lubang genital kemerahan; induk jantan siap memijah memiliki kepala lebih besar dan warna tubuh gelap mengilap. Bobot ideal induk 100–150 gram per ekor dengan perbandingan jantan dan betina 1:2. Pada musim kemarau, suhu air kolam bisa melebihi 32°C sehingga induk stres dan malas memijah. Solusinya, pilih kolam yang teduh, kedalaman air 30–40 cm, dan tambahkan daun pisang atau eceng gondok sebagai pelindung. Sebaliknya, di musim hujan suhu turun mendadak di bawah 25°C dan curah hujan tinggi. Pilih induk dari kolam yang terlindung dari air hujan langsung, dan pasang pemanas sederhana atau drum air untuk menjaga suhu 27–30°C.
Pemijahan dan Penetasan Telur
Pemijahan buatan dengan suntik hormon gonadotropin (HCG) dosis 5–10 IU per gram bobot induk betina, sedangkan jantan 3–5 IU per gram. Setelah 12–18 jam, induk betina akan bertelur di sarang berbentuk busa. Pada musim kemarau, pastikan air tidak menguap berlebihan agar telur tidak terpapar udara; tambahkan air bersih setiap 3 hari. Di musim hujan, jaga pH air antara 6,5–7,5 karena air hujan cenderung asam. Telur menetas dalam 4–7 hari pada suhu 28–30°C. Kumpulkan telur dengan hati-hati menggunakan sendok plastik dan pindahkan ke wadah penetasan berisi air bersih setinggi 5 cm.
- Musim kemarau: ganti air 20% setiap 2 hari, pertahankan suhu 29–31°C, hindari sinar matahari langsung.
- Musim hujan: tambahkan garam krosok 1–2 gram per liter untuk mencegah jamur pada telur, dan tutup wadah penetasan dengan plastik transparan.
- Selalu sifon dasar wadah setiap hari untuk membuang sisa telur mati yang dapat memicu bakteri.
Pendederan Benih dan Perawatan Larva
Larva berumur 3 hari mulai memakan kuning telur, lalu diberi pakan infusoria atau kuning telur rebus yang dihaluskan dengan dosis 1 sendok teh per 1000 ekor per hari. Setelah 7 hari, ganti pakan dengan cacing sutera (tubifex) yang dicincang halus. Kepadatan larva di kolam pendederan idealnya 500–1000 ekor per meter persegi. Pada musim kemarau, jaga kedalaman air 15–20 cm dan beri naungan paranet 70%. Di musim hujan, waspadai serangan jamur Saprolegnia dengan merendam benih dalam larutan methylene blue 1 mg/L selama 30 menit setiap 3 hari. Benih siap dipanen setelah 30–40 hari dengan ukuran 5–7 cm.
Memijahkan belut di musim kemarau maupun hujan menuntut konsistensi dalam mengontrol suhu, pH, dan kualitas air. Kunci utamanya adalah menyesuaikan seleksi induk, teknik pemijahan, serta perawatan larva dengan kondisi lingkungan setempat. Dengan langkah yang tepat, pembenihan belut dapat berjalan produktif sepanjang tahun tanpa tergantung musim.